
Pemanasan dengan IR vs. Pemanasan dengan Udara Terpadu: Mana yang lebih efektif untuk biosensor?
Jika Anda pernah terlibat dalam proses pembuatan biosensor, Anda pasti tahu betapa pentingnya tahap pengeringan dan pemanasan yang tepat. Selama bertahun-tahun, kebanyakan orang masih menggunakan metode pemanasan udara terpadu. Itu merupakan cara lama untuk memanaskan bahan. Namun sejujurnya, cara ini sangat lambat.
Masalahnya adalah, udara perlu dipanaskan terlebih dahulu, baru kemudian udara tersebut digunakan untuk memanaskan bahan yang akan diproses. Ini sama saja dengan mencoba menghangatkan ruangan menggunakan pemanas ruangan, sebelum panas tersebut benar-benar dirasakan oleh kulit kita.
Lampu inframerah menghilangkan kebutuhan akan proses ini. Lampu tersebut langsung memancarkan energi ke bahan yang akan diproses. Tidak perlu menunggu udara menjadi hangat terlebih dahulu.
Proses pemanasan dengan udara terpadu
Sistem pemanasan udara terpadu memiliki “inersia termal” yang tinggi. Artinya, butuh waktu yang lama agar sistem tersebut mulai bekerja. Anda perlu menghabiskan waktu berjam-jam untuk memanaskan oven, lalu menunggu lagi agar panas tersebut meresap ke lapisan sensor. Ini sangat merepotkan.
Lampu inframerah dapat mencapai suhu yang diinginkan dalam hitungan detik saja. Bayangkan saja, jika proses pemanasan yang biasanya membutuhkan 10 menit dapat dikurangi menjadi 30 detik, maka kapasitas produksi akan meningkat drastis. Yang lebih baik lagi, Anda tidak perlu membeli peralatan tambahan atau ruang yang lebih besar untuk melakukannya.
Mengapa metode ini lebih efektif
Kita biasanya menggunakan gelombang inframerah pendek atau sedang untuk proses ini. Gelombang ini mampu menembus lapisan bahan biosensor dengan jauh lebih baik dibandingkan udara panas. Dengan demikian, panas akan merata ke seluruh permukaan bahan. Tidak perlu khawatir lagi soal aliran udara yang tidak merata, yang sering menyebabkan bahan menjadi rusak. Prosesnya pun menjadi lebih efisien.
Kekurangan metode ini
Namun, lampu inframerah bukanlah solusi ajaib. Intensitas panasnya sangat tinggi. Jika kecepatan konveyor tidak diatur dengan benar atau jarak antara lampu dan bahan terlalu dekat, lapisan organik pada sensor akan rusak dalam sekejap. Anda tidak bisa sekadar “mengatur semuanya dan melupakan hal tersebut”. Anda membutuhkan kontroler PID yang andal serta sensor yang akurat agar suhu permukaan tidak melonjak dan merusak seluruh produk yang diproses.
Satu hal lagi: jika Anda mengganti oven konvensional dengan sistem pemanasan inframerah, pastikan sistem pendinginannya cukup kuat. Karena energi yang dilepaskan oleh lampu inframerah sangat cepat, bahan yang diproses akan keluar dari zona pemanasan dalam kondisi yang sangat panas. Jika kipas pendingin tidak cukup kuat, bahan tersebut bisa rusak. Perhatikan hal ini dengan baik.